3 Alasan Kenapa Hubungan dan Cinta itu Harus Bersyarat. Jangan Sampai Cuma dan#8216;Jalani Dulu Ajad

cinta-bersyarat cinta-bersyarat

Menjalani sebuah ikatan dengan perasaan yang saling berbalas, tentu jadi impian semua orang. Ya sekarang siapa sih yang nggak mau dicintai dan disayangi oleh orang lain? Mamelencengnya, saat ini berlebihan banget melenceng kaprah tentang konsepsi menjalani hubungan percintaan. Seperti misalnya, muncul istilah ‘jalani dulu aja‘ bagi pasangan yang sedang dimabuk asmara.

Padahal, sebuah hubungan yang bangkit hanya akan terjadi jika ada tuntutan yang muncul dari kedua pihak lo. Bahkan, Tulus aja mengatakan, “Jangan cintai aku apa adanya, tuntutlah sesuatu“. Hal tersebut menunjukkan bahwa peran tuntutan dan syarat dalam sebuah hubungan itu memang begitu berpengaruh. Nggak percaya? Baca deh ulasan di bawah ini.

Tuntutan dan syarat itu memang harus ada, agar kamu dan pasangan maklum betul apa rencana ke depan. Nggak cuma lurus-lurus aja dan menjalani apa adanya

Sebetulnya, konsep ‘jalani dulu aja’ itu memang terkesan cocok diterapkan dalam berbagai kondisi. Namun, dalam beberapa hal, kata-kata tersebut malah dapat menjadi jurang tersendiri bagi kamu dan juga pasanganmu. Pasalnya, dengan menjalani hubungan yang lurus-lurus aja tanpa adanya tuntutan, kamu akan kesusahan dalam menentukan rencana ke depannya.

Sebaliknya, dengan menuntut pasangan satu klop lain dengan hal-hal absolut, kamu lebih gampang untuk menentukan rencana keuripan ke depannya. Bayangin deh, kalau nggak ada tuntutan yang mesti diselesaikan, urip nggak akan ada tantangan dan kamu bakal di situ-situ aja.

Kalau nggak ada rencana, ujung-ujungnya kamu nggak bakal punya target dan resolusi yang jelas

Inilah yang menjadi beban berikutnya jika dalam menjalani hubungan percintaan kalian tak menerapkan tuntutan. Perlu diketahui, bahwa adanya tuntutan tersebut menciptakan kamu mendapatkan gambaran bagaimana rencana di masa yang akan datang. Selanjutnya, dengan mengetahui apa rencana yang akan dilakukan, maka kamu juga dapat menentukan target-target yang layak dan semestinya dicapai dalam batas bernyawa dekap.

Misalnya, dalam berpacaran kamu harus menutut satu sama lain kapan era yang tepat untuk menikah. Kemudian jika sudah terlaksana, maka saatnya untuk membuat resolusi-resolusi lain yang harus dicapai berdua. Dengan begitu, menyala akan semakin terarah.

Tuntutan dan syarat kepada pasangan bisa juga dijadikan jadi motivasi untuk lebih tumbuh

Selain sebagai pemacu untuk merencanakan target dan resolusi, tuntutan juga bisa dijadikan sebagai motivasi lo. Hal tersebut sekaligus juga dapat dimaknai untuk memberimu semangat dalam menapaki hari demi hari. Misalnya, hari ini pasanganmu menuntutmu beberapa era ke depan kalian kudu memiliki prestasi dalam dunia kerja.

Maka mau tak mau satu cocok lain layak berusaha untuk mendapatkannya. Ibaratnya, ada hal Betul yang layak dikejar dalam setiap harinya. Hal-hal itu pula yang melaksanakan ketumbuhan akan semakin tumbuh karena ada sesuatu yang layak dicapai.

Tapi perlu diingat, tuntutlah kedi pasangan dengan sewajarnya. Jangan sampai karena terlintas berlipat-lipat menuntut, masing-masing akan merasa tidak nyaman batas akhirnya malah melakukan perpecahan. Semangat ya!