DAT DAN BUDAYA SUKU BATAK YANG MASIH DILAKUKAN HINGGA KINI

Suku Batak merupakan suku bangsa terbesar ke tiga di Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara. Suku Batak adalah salah satu suku yang mempertahankan kebudayaannya. Sampai sekarang adat dan budaya masyarakat suku Batak masih mereka lakukan.

Apa saja adat dan budaya suku Batak yang masih mereka lakukan? berikut beberapa adat dan budaya yang masih dilakukan:
1. Umpasa
Umpasa merupakan kata-kata yang diucapkan seperti menyerupai pantun dalam bahasa Batak yang memiliki makna. Umpasa penting diucapkan untuk menyampaikan keinginan/harapan dalam setiap acara adat yang dilaksanakan. Apabila umpasa yang disebutkan juga menjadi harapan dari para hadirin, maka secara serentak akan mengatakan “ima tutu” yang artinya “semoga demikian”.

2. Manortor dan Margondang
Manortor adalah melakukan tarian seremonial dengan musik Gondang. Tortor adalah seni tarian Batak pada zaman dahulu menjadi sarana utama dalam melakukan ritual keagamaan yang masih bernafaskan mistik (kesurupan).

Namun, sekarang ini manortor kerap dijumpai pada acara pesta-pesta adat orang Batak dengan membunyikan musik Gondang Sabangunan (dengan perangkat music yang lengkap) yang pada zaman dahulu erat dengan pemujaan kepada Dewa-Dewa atau roh-roh nenek moyang. Tortor dan music godang tidak dapat terpisahkan.

3. Mangalahat Horbo
Mangalahat Horbo merupakan upacara adat bagi orang Batak sebagai tanda penyucian diri atau menebus dosa-dosa. Dengan itu, akan mendapatkan kemakmuran dalam kehidupannya. Acara ini dilatarbelakangi kepercayaan suku Batak kepada Debata Mula Jadi Nabolon (Sang pencipta alam semesta) yang mampu menghapus dosa dan memberi kemakmuran dengan mengorbankan seekor kerbau jantan.

4. Mangongkal Holi
Mangongkal Holi merupakan suatu prosesi upacara yang dilaksanakan untuk mengumpulkan tulang belulang dari jasad orang tua yang dimasukkan ke dalam peti yang baru, untuk dipindahkan pada suatu tempat yang telah disediakan oleh pihak keluarga.

Tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang bertujuan memberikan penghormatan kepada roh orang tua yang telah tiada. Pemindahan lokasi tulang belulang ke tempat yang baru bermaksud untuk mendapatkan tempat yang lebih baik dari tempat sebelumnya.